Kiam!
![]() |
| Bukan riam, tapi "Sungai Cidahu" dipotret oleh Andi Prasetyo |
Suara tetesan air setengah deras itu seketika membuatku terdiam
Hujan
memang selalu membuat suasana hati ini menjadi tenteram
Kuingat dulu aku suka berhujan-hujanan dengan mata terpejam
Mungkin raga berasa dingin, tetapi sungguh hati berasa suam
Kuingat dulu aku suka berhujan-hujanan dengan mata terpejam
Mungkin raga berasa dingin, tetapi sungguh hati berasa suam
Ingin
kuulang peristiwa di masa silam
Masa bahagia tanpa peduli guam
Masa bahagia tanpa peduli guam
Hah..
Apa gunanya terus bergumam?
Lebih baik sekarang aku kiam
Berusaha sekuatnya agar hidup tak semakin menghitam
Bukankah selalu butuh proses untuk menjadi agam?
Lebih baik sekarang aku kiam
Berusaha sekuatnya agar hidup tak semakin menghitam
Bukankah selalu butuh proses untuk menjadi agam?
Cita-citaku
mungkin masih terbawa riam
Tapi kuyakin suatu saat ku akan jatuh di atas tilam
Di kamar
Tapi kuyakin suatu saat ku akan jatuh di atas tilam
Di kamar
Kamis,
27 November 2014
11.18 siang
Saat kuyakin asa yang terbelam
11.18 siang
Saat kuyakin asa yang terbelam
Suatu saat akan menjadi nilam


Comments