How to Plan Your Future: tips untuk para pencari kerja


Sumber: http://jobs.designcrowd.com/job.aspx?id=136367

"How to Plan Your Future," begitulah tema salah satu pembahasan dalam seminar "Campus Lecturing" yang digagas oleh PT. Lion Super Indo di gedung F lantai 2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) pada Kamis, 23 Oktober 2014.

Tema itu dipaparkan oleh Ibu Dian Hariyani, Senior Division Head - Human Resources and Organization Development (HR & OD) PT. Lion Suuper Indo.  Ibu Dian memiliki latar belakang pendidikan S1 Arsitek, namun ia kemudian kecemplung dalam dunia HR & OD, yang tentunya memang merupakan pilihannya. "Pilihan itu bukan pada orangtua, teman, pacar atau suami/istri kita. Kitalah yang menentukan pilihan hidup kita. Mereka hanya memfasilitasi dan mendukung kita pada pilihan kita," tegasnya.

Ibu Dian berkata bahwa kita harus selalu mengambil berbagai kesempatan yang ada di depan mata, yang bisa membuat kita terus berkembang. Hal ini merupakan prinsipnya sehingga ia kemudian ikut bergabung dalam PT. Lion Super Indo yang merupakan bagian dari Delhaize Group, satu dari dua puluh lima perusahaan retail terbaik di dunia. Pilihan yang tepat itu memberinya kesempatan untuk banyak belajar dan terus mengembangkan karirnya di dunia retail.

Ibu Dian memaparkan berbagai tips seputar hal-hal yang harus diperhatikan saat melamar pekerjaan, mulai dari pembuatan daftar riwayat hidup sampai tahap wawancara. Walaupun pembahasannya tidak terlalu rinci, namun cukup bermanfaat sebagai bekal bagi para pencari kerja. Berikut adalah beberapa tips yang Ibu Dian sampaikan kepada para peserta seminar yang hampir semuanya adalah mahasiswa:

1.  Daftar riwayat hidup atau curriculum vitae (CV).

Yang unggul, yang terdepan.
Kita sudah terbiasa dengan CV yang pada bagian depan tercantum alamat, email, nomor telepon, tinggi badan dan berat badan. Namun, apakah hal-hal tersebut merupakan yang paling penting dalam CV sehingga harus selalu ditampilkan di bagian depan? Tidak, menurut Ibu Dian. Human Resource Development (HRD) atau perekrut akan mencari calon karyawan terbaik. Maka, jabarkanlah hal-hal yang "menjual" atau unggul dalam diri kita di bagian depan CV kita, jangan taruh di bagian belakang. Jika HRD tertarik dengan kita, maka ia akan cari tau tentang kita dan menghubungi kita.

Cermati dan teliti gramatika.
Pada umumnya kita hanya mengutamakan informasi pokok yang ingin kita sampaikan kepada HRD melalui CV, sehingga terkadang kita lupa untuk menggunakan gramatika dan gaya tulisan yang baik dan benar. Salah satu syarat tulisan yang baik adalah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan kaidahnya. Dengan cermat pada gramatika dan gaya tulisan, maka tulisan akan mudah dan enak dibaca. Selain itu, kita juga harus meneliti kembali apakah kita sudah menggunakan ejaan yang benar dalam CV kita. Hal-hal ini harus diperhatikan, karena jika tidak fatalnya bisa jadi dapat menimbulkan salah paham antara kita dan HRD. Sesungguhnya dalam membuat CV kita memiliki banyak waktu. Manfaatkanlah waktu itu untuk memeriksa kembali CV kita sebelum kita serahkan kepada HRD.

2. Persiapan wawancara.

Informasi tentang perusahaan.
Persiapan itu penting sebelum kita menghadapi wawancara, salah satunya adalah mencari informasi tentang perusahaan tempat kita melamar pekerjaan. Jangan sampai kita asal melamar dan tidak tahu informasi apapun tentang perusahaan itu. Sekarang ini teknologi sudah semakin canggih, kita bisa dengan mudah mencari informasi melalui internet. Luangkanlah waktu untuk membaca informasi yang bisa kita dapat melalui laman google.

Tampil indah dan normal.
Penampilan itu merupakan hal pertama dari diri kita yang bisa dilihat orang. Dalam acara apapun, kita sebaiknya memakai pakaian dan bergaya sesuai dengan tujuan dan acara. Jangan sampai kita memakai baju pesta untuk berkemah atau memakai kimono untuk berolahraga. Begitu juga saat wawancara, jangan sampai kita memakai baju pesta apalagi baju renang. Jangan sampai kita salah kostum dan tampil kucel dan kumel. Pakailah pakaian yang formal, rapi dan bersih. Jangan lupa mandi dan menyetrika pakaian kita. Jangan sampai HRD merasa risih dengan tampilan kita yang mengganggu pandangan mata apalagi mengganggu indra penciumannya.

Tepat waktu.
Dalam acara apapun sebetulnya kita harus tepat waktu, apalagi saat wawancara. Kita harus ingat bahwa kita melamar pekerjaan untuk diterima, jadi sudah seharusnya kita memberikan yang terbaik. Tidak ada salahnya untuk datang lebih awal dari jam pertemuan kita dengan HRD. Hal ini bisa menjadi nilai plus dan mencerminkan bahwa kita benar-benar serius dalam melamar pekerjaan.

Kritis dan peduli.
Di akhir wawancara biasanya HRD bertanya, "apakah ada pertanyaan?" Itulah waktu yang tepat untuk menunjukan rasa ingin tahu kita tentang perusahaan tempat kita melamar kerja. Siapkanlah pertanyaan tersulit untuk HRD. Hal ini bisa menjadi nilai plus buat kita. Jangan lupa mengucapkan "terima kasih" sebelum mengakhiri pertemuan dengan HRD. Sempatkanlah untuk mengirimkan surat elektronik kepada HRD untuk mengungkapkan apresiasi yang besar kepadanya, berterima kasih telah diberi kesempatan untuk diwawancarai. Tanyakanlah perkembangan lamaran kita dalam perusahaan, apakah kita diterima bekerja atau tidak. Sikap itu bisa membuat HRD mempertimbangkan siapa yang akan ia panggil untuk bergabung dalam perusahaan.

Visi dan misi.
HRD mencari orang-orang yang memiliki visi dan misi yang jelas untuk masa depan, baik untuk si pelamar kerja dan untuk perusahaan. Kita harus punya tujuan yang jelas, kenapa kita ingin melamar pada perusahaan itu. Suatu ketika Ibu Dian bertanya kepada salah satu pelamar kerja mengenai kenapa ia ingin bekerja di PT. Lion Super Indo. Si pelamar kerja mengatakan bahwa ia ingin melamar kerja pada perusahaan yang akan membawanya ke Prancis. Si pelamar kerja adalah lulusan S1 Sastra Prancis dan ingin sekali ke Prancis. Pada awalnya Ibu Dian terheran dan bingung dengan jawabannya dan mengatakan bahwa kantor Delhaize tidak ada yang berpusat di Prancis, hanya ada di beberapa negara di Eropa, salah satunya di Belgia. Namun si pelamar kerja mengatakan, "it's takes only two hours by train from Belgium to Paris."  Menurut Ibu Dian, itu adalah salah satu contoh jawaban yang kreatif.

Salam dan tatap.
Cara kita bersalaman dan cara kita menatap lawan bicara merupakan dua hal yang diperhatikan oleh HRD. Ketika bersalaman, genggamlah tangan orang itu dengan yakin dan mantap. Jangan ragu dan jangan memberikan salam yang lemas. Salam yang kita berikan harus mencerminkan semangat dan kemantapan kita untuk menghadiri wawancara. Kita bisa terus berlatih salaman di rumah sebelum kita menghadapi wawancara dengan HRD. Selain cara bersalaman, kita juga harus memperhatikan dan metatap mata lawan bicara kita; HRD. Jika hal itu malah menimbulkan rasa grogi, kita cukup menatap alisnya saja, karena itu terlihat sama seperti sedang menatap matanya. Jangan sampai pandangan mata kita berbelok ke arah yang lain dan memberikan kesan kalau kita tidak niat dan tidak fokus untuk berbincang dengan HRD.

3. Pelatihan.

Aktif.
Saat pelatihan atau sering juga banyak perusahaan menyebutnya Management Trainee (MT), keaktifan merupakan salah satu hal yang penting dan sangat disorot oleh HRD. Siapa yang banyak mengungkapkan pendapat atau argumen, siapa yang banyak bertanya dan siapa yang memicu diskusi yang bermanfaat tentu akan dicatat namanya dan termasuk dalam daftar nama yang diutamakan oleh HRD.

Jadilah pemandu.
Selain keaktifan, sifat kepemimpinan (leadership) juga dinilai oleh HRD. Siapa di dalam pelatihan yang memiliki sifat kepemimpinan, misalnya dengan cara memimpin diskusi atau memandu kelompok akan menjadi catatan baik bagi HRD.

Kerja kelompok.
Ketika dibentuk kelompok seperti focus group, maka HRD akan melihat masing-masing peran dalam grup itu. Sipakah yang menjadi pemimpin, siapakah yang menjadi pendengar yang baik, siapakah yang mencatat proses diskusi, atau siapakah yang sering menjadi penengah. Masing-masing itu memiliki nilai tersendiri di mata HRD. Maka berperanlah sesuai tugas masing-masing, asal jangan bersikap pasif atau diam saja dan tidak memberikan manfaat di dalam grup.

                                                                                       

Beberapa hal di atas merupakan poin utama untuk kita perhatikan saat melamar pekerjaan. Selain itu, Ibu Dian juga menyarankan kita untuk menguasai bahasa Inggris, bahasa yang diakui secara internasional. Dengan menguasai bahasa Inggris maka kita akan lebih berkembang, bisa bekerja dan bersaing tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Ibu Dian menghimbau kepada seluruh peserta seminar agar siapapun yang saat ini belum bisa bahasa Inggris, minimal sekedar memperkenalkan diri, untuk segera "bertobat."

Terima kasih Ibu Dian. 
Terima kasih PT. Lion Super Indo. 
Terima kasih Delhaize Group. 
Materi yang disampaikan sangat menarik dan bermanfaat.
Semoga kita dapat berjumpa di lain kesempatan.
Salam luar biasa!


Di kamar
Senin, 3 November 2014
6.25 pagi


Jika kau belum bisa, belajarlah.
Jika kau sudah bisa, tetaplah berlatih.
Jika kaurasa itu mustahil, maka berpikir dan bertindaklah di luar zona nyamanmu.

Comments

Popular Posts