Aku dan kau. Kita dan mereka.

Sumber: http://blogs.scientificamerican.com/literally-psyched/2013/04/12/why-grad-schools-should-require-students-to-blog/


Jantung ini kian berdegup,
membayangkanmu pun ku tak sanggup.
Walau pintu harapan semakin terkatup,
tapi kuharap semangatku tetap meletup.

Aku akan sampai pada titik itu. Titik pertemuan kita dan mereka. Titik yang menentukan masa depan kita berdua. Sejak mereka memberi kabar bahwa Jumat itu akan datang, bahkan setelah peristiwa mendebarkan di Jumat lalu, aku selalu bermimpi tentang kamu, tentang aku, tentang kita, dan tentang mereka di setiap tidurku. Aku begitu takut untuk menghadapi Jumat mendatang. Lusa. Dua hari lagi. Kurang dari 2x24 jam. Semoga mereka meridhoi masa depan kita berdua. Amin.

Mungkin mereka resah, 
karena kamu yang kurang terasah. 
Mungkin aku hanya bisa pasrah, 
menanti semoga kamu segera sah.


Rumah, Gandaria Indah
Rabu, 5 November 2014
10.50 malam

Comments

Popular Posts