PERAWAN YANG TERKUNGKUNG

Susah urusannya jika para wanita muda berkumpul.
Bersenang-senang, membuang uang, ngomongin orang.
Tiga hal yang sangat menyenangkan!
Apakah kalian akan membantah pernyataan itu?
Jika dapat menerima kenyataan, maka kalian pasti akan setuju.

Wanita muda masih di bawah naungan orangtua.
Izin dahulu untuk berkongkow.
Dapat bonus angpao kalau beruntung.
Itu kalau beruntung ya..
Diizinkan pergi saja sudah tentu dapat bersyukur.

Bagaimana jika tidak diperbolehkan?
Seperti salah satu teman saya.
Dia punya banyak cara.
Dari merayu hingga memaksa.
Dari berkilah hingga berdusta.
Bahkan menjadikan teman lainnya sebagai tumbal.

Ketika berhasil pergi, dia pun akan ketar-ketir.
“Besok-besok gue ngga boleh pergi-pergi lagi nih ama emak gue!”
Gelisah, tapi tetap di tempat.
Berkata mau pulang, tapi tak beranjak.

Tapi hal itu tak perlu dikhawatirkan.
Ingat! Dia punya berbagai cara!
Tak mengherankan..
Akhir pekan depan dia pasti berhasil pergi lagi.
Sudah dari jaman kuda kok dia dilarang ke mana-mana.
Tapi toh dia yang paling berhasil!

Bagaimana dengan teman saya yang satunya lagi?
Tak mau ketinggalan berita barang semenit.
Ingin buang air, tapi tidak disegerakan.
Asik bergunjing, enggan ditinggalkan.
Pembicaraan menarik, niat lain ia tarik.
“Stop dulu! Tunggu gue!”
Bak flash-man;
Tak ada lima menit, dia pun sudah kembali lagi.
Padahal baru saja kami meregangkan otot-otot mulut.

Membunuh waktu sungguh tak terasa.
Tak terasa, tiba-tiba isi kantong menipis.
Tak terasa, tiba-tiba jajanan kandas.
Tak terasa, tiba-tiba datanglah senja.
Tak terasa, tiba-tiba pukul tujuh.
Tapi tunggu dulu..
Hal-hal tersebut tak dapat menyudahkan pertemuan.

Dan.. kapankah pulang?
Kapankah perkumpulan wanita muda itu bubar?
Kapankah kembali ke peraduan?

“Kring-kring-kring”…..”Gue ditelpon emak gue.”
“Drrrttt-drrrrtttt”……”Gue disms emak gue.”
Kemudian..
“PULANG YUK!”

Maka perserikatan pun bubar!
Beginilah nasib perawan.
Perawan yang terkungkung.

Sabtu, 10 Agustus 2013
11.05 malam
di kamar

*Persembahan untuk teman-teman wanitaku; Boni, Kimeh, dan Tami. Judul; terinspirasi dari percakapan kami di twitter beberapa jam yang lalu. Cerita; terinspirasi dari keseharian kami. Tidak akurat benar adanya; terdapat beberapa polesan tambahan untuk mengindahkan. Sekedar hiburan!


Comments

Popular Posts