Astaghfirulloh oh soda kue!

Astaghfirullohalazim! Baru saja aku hampir mencelakai keluargaku sendiri, nyaris membuat mereka semua keracunan. Niat baik malah membawa petaka. Sore tadi aku bikin kue kering. Kue kering corn flakes. Aku memilih salah satu resep di internet untuk aku praktikkan, namun hanya setengah resep saja. Aku ikuti resep itu tahap demi tahap, karena aku tipe orang yang tertib kalau mau bereksperimen dengan satu resep. Tidak ada satu pun yang kulewatkan, hingga sampai pada tahapan menuangkan baking powder dan baking soda. Di rumahku kebetulan hanya ada satu saja, yang kupikir baking powder dan baking soda itu sama saja fungsinya. Aku tidak memperhatikan tulisan pada kemasan yang kupikir adalah baking powder, karena memang ibuku hampir tidak pernah menggunakan baking soda dalam memasak. Sampai pada tahapan itu, sepertinya aku lupa untuk menakarnya setengah resep. Dalam resep tersebut diperintahkan untuk menggunakan baking powder 10 gram dan baking soda 7 gram. Dan apa yang aku lakukan? Aku sepertinya telah menuangkan 20 gram baking soda yang kupikir adalah baking powder. Karena kupikir mungkin baking powder bisa melengkapi ketiadaan baking soda. Aku memang sempat berpikir, mengapa resep ini sedikit ribet dalam menakar baking powder dan baking soda, karena biasanya untuk obat pengembang dalam resep hanya menggunakan takaran sendok teh. Tapi aku mengabaikan pikiran sesaat tersebut. Aku benar-benar ingin segera menyelesaikan seluruh tahapan membuat kueku dan ingin segera menyantapnya, serta menyediakannya kepada seluruh penghuni di dalam rumah. Lama kelamaan aku merasa aku membuat kue tersebut dalam keadaan buru-buru dan tergesa-gesa, sangat jauh dari konsentrasi. Tadi aku dalam keadaan berpuasa, jadi akupun tidak bisa langsung menyantap kue itu segera setelah matang. Akupun meminta Bapakku untuk menyicipinya. Dan ternyata Bapakku memang sudah menyicipinya, habis satu buah, dan katanya "pahit." Akupun masih berpikiran positif, karena kupikir dan bapakku pikir rasa pahit itu berasal dari bagian yang gosong. Kemudian aku pun pergi jalan-jalan sore bersama Ibu, Kakak dan keponakanku. Ibuku pulang terlebih dahulu. Begitu aku sampai rumah. Ibuku langsung heboh. Ia berkata padaku, "aduh, Ibu makan kuemu pengen pingsan.ini racun nih.cobain aja deh.apa ngaduknya ngga rata?apa bagian Ibu aja yang rasanya kaya gini?" Akupun langsung membatin heran masa sih? Akupun mengambil kue itu sambil menempelkannya di ujung bibirku dan berkata "aduh.aku jadi degdegan.nanti aja ah." dan kemudian kuletakkan kembali kue itu. Akupun bergegas untuk solat magrib. Setelah itu kakakku mencoba kue buatanku dan berkata "ih.ini kok begini?ini beneran racun.weeek." Dan pada akhirnya giliran aku yang mencobanya. Aku tidak menggigit dan mengunyahnya, aku hanya menjilatinya dan YA! MEMANG RASANYA PAHIT! PANTAS DIBILANG RACUN! Aku miris namun ingin tertawa juga hehehe. Tapi pasti selalu ada hikmah dibalik peristiwa,bukan? Aku jadi tahu bahwa membuat makananpun harus sangat teliti, bahkan bahan untuk membuat kue pun bisa membuat rasa tidak karuan dan bahkan bisa sangat berbahaya efeknya, jika takarannya tidak tepat. Aku pun dapat ilmu baru dari Ibuku. Katanya, "makanya Ibu tuh ngga suka pakai obat kue gitu.dan Ibu juga ngga suka bikin kue pas lagi puasa.kalo harus pake pengembang tuh paling cuma secimit aja." Dan Ibuku pun tertawa heran, "kok Bapak kuat yah makan kue itu?" Bapakku pun tertawa juga dan berkata, "untung ngga dikasih ke Kleva."

Alhamdulillah, untung saja aku tidak meracuni siapapun, hanya saja hampir keracunan. Untunglah Ibuku pun mendapat reaksi penolakan dari tubuhnya, sehingga tidak menyelakainya. Mudah-mudahan tidak ada efek kemudian pada Bapakku yang sudah memakan kuenya satu buah, walaupun Bapakku memang biasa makan makanan aneh. Amin Ya Allah. Aku bersyukur, aku mendapatkan pelajaran.

Jadi ini Astaghfirulloh yang juga Alhamdulillah :)

Di rumah
7.56 malam

Soda kue oh soda kue

Comments

Popular Posts