Semangat Kian Kandas
Adakalanya semangat itu muncul, melekat dalam diri ini, dan tak pudar walaupun berbagai hal berusaha menghantamnya. Namun, adakalanya semangat itu sulit merasuk dalam diri ini, bahkan hanya sekedar mampir. Mungkin hanya numpang lewat, tapi tidak bisa mendarat. Kata orang, pola pikir itu membentuk sikap kita. Jika saat ini aku malas, dan aku terus berkata bahwa aku malas. Maka sikap yang akan terwujud adalah sikap malas. Apakah karena aku terus memupuknya? Ataukah memang semangat ini yang sedang melayu? Tapi aku rasa ini sudah terlalu lama. Tak kunjung lepas dari jiwa. Bahkan terkadang menghantuiku hingga ke alam mimpi, tanpa aku memikirkannya sedikitpun. Mungkin benar kata temanku yang bergelut di dunia filsafat, bahwa otak kita bekerja lebih keras ketika kita memasuki alam bawah sadar. Ketika bermimpi justru kita mengeluarkan energi lebih untuk berkonsentrasi. Dan sebenarnya di situlah kesadaran yang sesungguhnya. Sungguh membingungkan. Tapi sepertinya aku setuju. Ada juga yang mengatakan bahwa mimpi itu merupakan refleksi dari apa yang telah kita alami atau yang akan kita alami. Hmmm, ada benarnya. Terlepas dari semua pendapat itu, mimpi hanyalah bunga tidur. Walaupun mimpi bukan merupakan kehidupan nyata yang kita jalankan, tetapi tak jarang aku begitu memikirkannya. Kadang aku merasa terganggu olehnya. Selalu teringat sampai mengganggu konsentrasiku. Semangat yang meloyo ini pasti ada sebabnya. Kadang aku tau, kadang tidak. Walaupun aku tau, aku pun enggan menanganinya. Entahlah, aku tak mengerti mengapa aku sebegini diamnya. Begitu pasif. Tak ada gairah. Seperti kata pepatah, hidup segan, mati tak mau. Tapi tentu tidak semerana itu. Aku seperti batu. Diam. Tak bergerak. Aku akan bergerak jika ada yang mengarahkanku. Jika tidak, maka kembali diam. Aku seperti pasrah. Tinggal menunggu apa yang akan terjadi di sekitarku, yang kemudian akan membuatku bergerak. Tidak punya rencana. Apalagi target. Apalagi ambisi. Sama sekali tidak. Aku seperti merindukan sesuatu yang bisa mengisi ruang kosong di dalam jiwa yang sedang payah ini. Kering. Gersang. Mungkin itu yang dapat menggambarkan suasana jiwaku saat ini. Dimana dapat kuraih suntikan semangat itu? Kemanakah aku harus melangkah untuk menemukan mata air semangat yang setidaknya dapat meneteskan beberapa tetes semangat untukku? Aku tau, aku sadar, bahwa aku harus bergerak. Aku tidak bisa diam saja. Jika aku mau, aku pasti bisa meraih kembali sesuatu yang telah cukup lama hilang dariku. Aku adalah manusia. Aku dikaruniai oleh-Nya akal untuk berpikir, tenaga untuk bergerak, hati untuk merasa, indra sebagai alat pelengkap hidupku. Dimanakah semangat itu? Kemanakah agar kucapai semangat itu? Bagaimanakah caranya agar aku dapat meraih semangat itu? Aku pasti dapat meraihnya jika aku terus berusaha. Semangat itu tidak akan hadir, jika aku tidak mencarinya. Aku adalah nahkoda dalam perjalanan hidupku. SEMANGAT!
Di kamar
11.15 malam
~selaras dengan suasana jiwa,semangat entah kemana terbawa~
11.15 malam


Comments