TERJUN BEBAS
Meluncur dari dataran tertinggi.
Menuju dataran terendah.
Bukan.. tapi kali ini bukan persis seperti itu.
Tapi bisa dikatakan serupa..serupa tapi tak sama.
Suatu ketika, sesuatu itu membuatku seakan melambung tinggi.
Tetapi kemudian secara tiba-tiba membuatku seakan berada
pada titik terendah.
Ya, seperti terjun bebas, bukan?
Untuk berada pada dataran ketinggian seharusnya membutuhkan
usaha yang keras, bukan begitu?
Tetapi aku tidak begitu. Aku sama sekali tidak bersusah
payah. Tidak secara maksimal. Tetapi aku malah bisa mendapatkan ganjaran yang
luar biasa; melambung tinggi.
Untuk berada pada dataran terendah bukankah tidak
membutuhkan usaha? Hanya perlu kemampuan untuk melepaskan diri. Tidak dibutuhkan
tenaga.
Tetapi lagi-lagi aku tidak begitu. Aku telah berusaha
semaksimal mungkin. Namun yang kudapat adalah dataran terendah.
Beginilah fenomena terjun bebas yang bisa jadi menggambarkan
apa yang kudapat saat ini.
Menyedihkan? Ya lebih tepat dikatakan; menohok.
Jadi lebih baik aku tertawa miris menghadapi keadaan ini.
*memperingati terjun
bebasnya nilai tugas kuliah
Sabtu, 14 Desember
2013
8.55 malam
Di kamar


Comments